PANDUGA.ID, TEHERAN – Salah satu dari 12 Wakil Presiden Iran, Shahram Dabiri, resmi dipecat dari jabatannya sebagai Wakil Presiden untuk Urusan Parlementer. Keputusan ini diambil Presiden Iran Masoud Pezeshkian usai foto-foto liburan mewah Dabiri ke Antartika tersebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Liburan tersebut menjadi kontroversi besar mengingat Iran tengah bergulat dengan hiperinflasi dan krisis ekonomi yang menekan kehidupan rakyatnya.
Liburan Mewah di Tengah Krisis
Shahram Dabiri, yang diketahui berusia 64 tahun dan merupakan dokter sekaligus orang dekat Presiden Pezeshkian, terlihat berpose bersama istrinya di dekat kapal pesiar Plancius, kapal ekspedisi mewah berbendera Belanda yang menawarkan paket perjalanan ke Antartika seharga €3.885 (sekitar Rp 69 juta) per orang untuk 8 hari.
“Dalam konteks di mana tekanan ekonomi pada penduduk tetap tinggi, perjalanan rekreasi mahal oleh pejabat, bahkan jika dibayar dari kantong mereka sendiri, tidak dapat dibenarkan,” tulis Presiden Pezeshkian dalam surat resmi yang dikutip kantor berita IRNA.
Surat tersebut juga mengonfirmasi bahwa Dabiri telah diberhentikan dari jabatannya.
Reaksi Publik dan Dampaknya pada Pemerintahan
Kontroversi ini semakin memperburuk citra pemerintahan Pezeshkian yang sebelumnya terpilih dengan janji menghidupkan kembali ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Foto-foto perjalanan Dabiri dinilai sangat tidak peka terhadap penderitaan warga yang tengah berjibaku dengan kenaikan harga barang dan depresiasi tajam mata uang nasional.
Kantor Dabiri sempat mengklaim bahwa perjalanan itu dilakukan sebelum ia menjabat sebagai Wapres, namun publik tetap mendesak agar ia dicopot, terlebih karena waktu liburan dan jabatan barunya berselisih sangat dekat.
Sebelumnya, pada Maret 2025, Menteri Ekonomi Abdolnasser Hemmati juga dicopot setelah gagal mengendalikan inflasi dan stabilitas mata uang.
Pemerintahan Iran dan Struktur Kabinet
Presiden Pezeshkian saat ini dibantu oleh 12 Wakil Presiden dengan peran yang berbeda, seperti urusan anggaran, veteran, energi, perempuan dan keluarga. Selain itu, ada 19 menteri, seorang sekretaris kabinet, dan kepala staf.
Pemecatan Dabiri menunjukkan tekanan politik yang terus meningkat pada pemerintahan Pezeshkian untuk bertindak tegas terhadap pejabat yang dianggap tak peka terhadap penderitaan rakyat.(CC-01)