PANDUGA.ID, JAKARTA – Berdasarkan informasi yang diterima Panduga.id, pada Senin (10/2/2025) malam, tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya menjemput paksa Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.
Penjemputan paksa itu dilakukan, karena Mbak Ita sudah empat kali mangkir dari panggilan KPK terkait kasus korupsi di Pemkot Semarang.
Diberitakan sebelumnya, KPK kembali memanggil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Semarang.
“Betul, hari ini KPK melakukan jadwal pemeriksaan terhadap Mbak Ita,” ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/2/2025).
Namun hingga sore hari, Mbak Ita belum terlihat hadir di Gedung Merah Putih KPK. KPK pun masih menunggu kedatangannya.
“Belum hadir, masih ditunggu,” tambah Tessa.
Sudah Empat Kali Mangkir dari Pemanggilan KPK
Pemanggilan ini bukan yang pertama bagi Mbak Ita. Sebelumnya, KPK telah melayangkan panggilan pemeriksaan pada Rabu (22/1), namun ia tidak hadir. Sebelumnya, ia juga mangkir pada Jumat (17/1).
Dengan demikian, pemanggilan hari ini menjadi yang keempat bagi Mbak Ita terkait kasus ini.
Sebagai langkah antisipasi, KPK telah memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri bagi Mbak Ita sejak 10 Januari 2025 selama enam bulan ke depan.
Kasus Dugaan Korupsi di Pemkot Semarang
KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Semarang. Dua di antaranya adalah Mbak Ita dan suaminya, Alwin Basri.
Selain pemanggilan, KPK juga mencegah keempat tersangka bepergian ke luar negeri.
Di sisi lain, Mbak Ita dan suaminya mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penetapan status tersangka mereka. Namun, hakim telah menolak gugatan Mbak Ita, sementara gugatan suaminya masih dalam proses.(CC-01)