PANDUGA.ID, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoedin hari ini menerima kunjungan resmi Kepala Staf Gabungan Departemen dari People’s Liberation Army (PLA) China di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Pertemuan ini membahas rencana kerja sama bilateral di bidang pertahanan, dengan fokus pada isu-isu strategis yang bertujuan memperkuat hubungan kedua negara.
Fokus pada Latihan Militer Bersama
Brigjen Frega Wenas, Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, mengungkapkan bahwa salah satu topik utama dalam pertemuan ini adalah rencana latihan militer bersama antara Indonesia dan China.
“Latihan militer bersama ini merupakan salah satu bentuk diplomasi pertahanan yang penting untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan kedua negara,” ujar Brigjen Frega, Sabtu (11/1/2025).
Latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas dan kerja sama taktis antara angkatan bersenjata kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan diplomatik melalui jalur militer.
Isu Strategis Lainnya
Selain latihan militer, kedua pihak juga membahas berbagai peluang kerja sama lainnya, termasuk:
- Pengembangan teknologi pertahanan: Meningkatkan kolaborasi dalam inovasi teknologi untuk mendukung kemandirian pertahanan masing-masing negara.
- Keamanan maritim: Menjajaki kerja sama dalam menjaga stabilitas di kawasan perairan strategis, khususnya di wilayah Laut China Selatan.
- Manajemen krisis: Meningkatkan koordinasi dalam penanganan bencana dan operasi kemanusiaan.
Tantangan Geopolitik dan Stabilitas Regional
Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan Asia dan global. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan sinergi demi menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.
“Kerja sama pertahanan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional,” tambah Brigjen Frega.(CC-01)